NEWS : Futur Itu Ternyata Obesitas!

Penasaran kan? Yuk baca dulu...

Hai kawan! Genki desu ka? Semoga baik semuanya. Amin…

Btw, pernahkah kau merasa futur? Imanmu melemah, ibadahmu ra nggenah, tilawah ogah, apalagi sholat sunnah??? Jiaaaaahhhh……… Capek dah!! Hey, hey… calm down, you need not to lebay worry about it (bahasa yang aneh). I’m sure that you’ll be fine after read this one. Karena aku yakin sekali, pasti setiap diri kita pernah mengalaminya. Kata seorang ustadz dari sebuah kajian yang pernah aku ikuti, futur itu fitrah manusia. Memang adakalanya kita itu sebagai seorang hamba Allah yang tak bisa 100% ini, pernah mengalami sebuah masa yang mari kita sebut bersama-sama sebagai Ke-fu-tu-ran.

Hey, don’t be scare buddy!!! Kan udah kubilang jangan kuatir. Kayaknya langsung ngeri gitu ya denger istilah Futur. Tapi beda pastinya kalo ngomong Future, seneng dah tuh, ampe kebawa mimpi segala. Gimana enggak, ngomongin masa depan pasti kalo kagak ngomong tentang ‘aisyah’ ya ‘maisyah’ (bagi yang belum punya dua-duanya,hehe). STOP! Kita berhenti ngelanturnya. Let’s go back to the topic.

Kawan, gue tau kok (jiaaaahhh, pake gue segala!!), kalo posisi kita sekarang ini sebagai orang yang sedang futur-holic, pasti bakalan kagak sabar buat nyedot segera tips/cara bagaimana agar kita ni bisa bangkit dari futur. Ya iya lah, kalo kita lagi laper juga pasti bagaimana caranya agar kita bisa segera menelan makanan. Ya toh? Persis! Itulah yang aku rasakan ketika penyakit mematikan (futur.red) itu mulai menggerayangi sekujur jiwaku. Hiiiii……… serem!!! Sehingga eh sehingga, aku segera mencari caranya. Ketika itu tuh kawan, aku memulai pencarian tips. Dan didapatlah tips yang sangat Berguna binti Bermanfaat serta mempunyai anak kembar yaitu Mujarab dan Berkhasiat, plus adik tirinya segala juga diajak yaitu Tanpa Efek Samping. Busyet gak tuh, komplit pokoknya! (actually, it has side efffect. Yeah, apalagi  efek sampingnya kalo bukan Ketenangan Hati)

Nah, dikarenakan maka sedari itulah sehingga (mohon maaf jika saya menggunakan EYD tahun 3.000 Sebelum Masehi), mari kita segera simak siaran langsung dari TV swasta lokal berikut ini mengenai cara bangkit dari futur.

Pembawa Acara : “Baiklah pemirsa, saat ini kita sudah terhubung dengan rekan Farhan yang keren abiz bak selebritis (hoeeek!!) –sensor–. Mari kita sapa terlebih dahulu. Rekan Farhan?

Reporter : Iya, ada apa? Ada yang bisa saya bantu? (Loh??? Dialognya salah!!). Eh, maksudnya, iya rekan Hans.

Pembawa Acara : Baik kalau begitu silahkan dengan laporannya.

Reporter : Terima kasih rekan Hans. Baiklah pemirsa laporan selengkapnya bisa Anda simak berikut ini. (Main oper-operan aja kaya’ sepak bola)

Tips 1 : Dipaksa!

Nah loh, bingung pasti artinya. Dipaksa ngapain emangnya? Ya dipaksa beribadah lah.

Gini deh. Sebelumnya gomennasai, no offense ya kalo ada yang merasa tersindir. Pernah denger kan ada orang gemuk (bayangin aja pegulat sumo jepang), terus mereka melakukan diet ketat dengan membatasi atau bahkan tidak sama sekali makan-makanan tertentu, kemudian olahraga teratur, sehingga dengan kerja keras itu bisa menghasilkan tubuh yang kembali ideal. Wow! Sekarang coba kita ganti. Orang gemuk yang obesitas itu adalah kita, stop makanan itu adalah tidak berbuat maksiat kembali, kemudian olahraga teratur itu adalah ibadah. Oke, dengan metode kalkulasi Optimus Prime, maka akan dihasilkan sebuah klausa bahwa “saat kita sedang futur, dapat dikatakan kita itu sedang obesitas”. Dan tentunya untuk kembali mendapatkan tubuh yang ideal, alias dalam bahasa kefuturan itu tadi adalah jiwa yang sehat kembali, maka lakukan cara-cara seperti program diet ketat ala orang yang obesitas.

Lha trus, kok dipaksa? Udah jelas kan, mereka aja yang mau ngedapetin kembali tubuh ideal juga musti memaksakan diri. So, kita yang lagi kena futur-holic pun sama kawan! Dipaksa buat beribadah. Basically, futur itu timbul karena dampak sebuah keterlenaan, ujung-ujungnya kalo mau nyalahin ya salahkanlah aja musuh bebuyutan kita, para setan laknatullah. Cuma nih, kalo masalah kagak mau bangkit dari futur itu, baru salahkan diri kita sendiri. Hehehe…🙂

Tips 2 : Cari Variasi

Nah, tips yang ini juga menarik nih buat diterapkan. Gue tanya dulu deh sama elo-elo pade, kira-kira kenapa sih kok satu minggu yang tujuh hari itu ada yang namanya hari Minggu/Ahad? Dan kenapa pas hari tersebut tanggal merah, yang jika diterjemahkan dalam bahasa Portugal berarti Holiday??? Kenapa pula satu pekan yang berisikan tujuh hari itu kita berangkat kerja terus atau berangkat sekolah/kuliah terus, tiada henti-hentinya? Bayangkan coba kalo itu benar-benar terjadi? Satu pekan tidak ada hari Minggu alias hari libur??

Aku tahu sekali, pasti serentak kalian akan menjawab, “BOSAN”, yang ternyata masih temen main waktu SD dulu sama yang namanya “JENUH”. Oke, sekarang mari kita menganut madzabnya Megatron, ia menganulir bahwa “Kefuturan bisa timbul karena aktifitas ibadah yang dilakukan itu selalu sama, alias monoton, sehingga timbul kejenuhan dan berakibat futur”. Sip deh! Sekarang udah nemu kan kata kuncinya? MO-NO-TON. Lalu bagaimana agar kita tidak jenuh? Apakah sama seperti konsep dalam satu pekan yang menobatkan satu hari sebagai hari libur? Kalo gitu berarti kita libur beribadah dong? Glubrak! Nambah dosa namanya kalo gitu!

Ini beda kawan. Bukan libur dalam beribadah, tetapi cari variasi ibadah. Inget ya, bukan libur, tapi cari variasi. Para ulama melakukan hal ini lho! Ketika mereka jenuh membaca, mereka mendengar, ketika jenuh mendengar mereka beralih menulis, dsb. Contoh, terlalu sering membaca qur’an sehingga pernah kita merasa sedikit (saya tekankan ini, sedikit lho ya!) jenuh, beralihlah dengan mendengarkan murrotal. Yang penting jangan sampai ada kekosongan. Istirahat itu juga perlu lho! Luangkan waktu buat istirahat, I’tikaf di mushola sambil dengerin murrotal pake Hape atau MP3 player. Wah… asal jangan sampe ketiduran lho ya! Hehehe… Lingkungan itu juga berperan penting. So, jangan deh mendekati lingkungan yang menyebabkan potensi kefuturan itu semakin berevolusi dan mengganas kronis. Seperti yang aku sebutin diawal, futur itu bisa mematikan. Bukan fisiknya yang mati, tapi jiwanya. Makanya kudu ati-ati banget deh! Oke kawan!

Nah, gimana nih? Dua tips tadi coba deh langsung diterapkan. Atau, segera diterapkan ketika kamu (terlebih sering aku) merasa futur itu datang menghampiri. Timpuk aja sekuat tenaga. InsyaAllah seperti yang aku janjikan di awal, tips tersebut bermanfaat, berguna, berkhasiat, dan mujarab. Efek sampingnya ada tuh, yaitu ketenangan jiwa.🙂

Di penghujung tulisan ini, coba dengerin sejenak backsound yang aku ambil dari sebuah original soundtrack anime japan (Pokemon) :

Furimuite goran kimi no tsuketa michi ga

Kao agete goran mirai wo tsukuru yo

Ganbaru koto ni tsukareta toki ni wa

Sora wo miagete namida wo nagasou 

Turn and look at the road you’ve followed

Lift up your head and look, you’re creating the future!

When you’ve become tired from trying so hard

Look to the sky when you’re about to cry

Oke kawan, gue harap sekarang elo semangat lagi! Futur mah biasa, yang kagak biasa adalah bangkit dari futur. Tunggu apa lagi, pekerjaan-pekerjaan besar telah menanti. Sudah waktunya kita untuk bangkit!

SELAMAT BERJUANG KAWAN!

Semoga bermanfaat!

——I wish Allah always renew our faith in every sunrise–

Regards,

Farhan Hans

05 Januari 2011

designrise.wordpress.com

*) Dalam kita melangkah, terkadang diuji dengan ujian yang terasa berat hingga kita terduduk dan menangis….

Perihnya terasa, tapi ketahuilah dan renungilah kembali ke dalam diri karena mungkin air mata kita itu hadir, karena DIA ingin kita menjahit kembali sajadah IMAN yang kian terkoyak lantaran ada langkah2 yang tersasar dari keikhlasan…


8 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s